Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Kandungan Kitab “Parukunan Jamaluddin” Tidak Diskriminatif

- Apahabar.com Jumat, 28 Desember 2018 - 20:46 WIB

Kandungan Kitab “Parukunan Jamaluddin” Tidak Diskriminatif

Jemaah muslim wanita. Foto-pixabay

apahabar.com, BANJARMASIN – Kandungan Kitab “Parukunan Jamaluddin” yang disebut sebagai buah karya ulama wanita itu dinilai tidak diskriminatif.

Dari kandungan kitab berbahasa melayu tersebut tidak jauh berbeda dengan kitab sejenis lainnya. Yakni mengurai beberapa ajaran pokok ibadah, seperti salat, puasa, dan cara mengurus jenazah.

Namun yang menarik di mata para peneliti adalah, penulis menghindari pembahasan yang dirasa merendahkan perempuan. Seperti aqiqah, warisan, atau kesaksian.

Hal menarik lainnya, menurut Abu Irfah dalam blognya abusyahmin.blogspot.com, ketika ia membicarakan haid dan mandi sesudah haid, tidak ada kesan seolah-olah perempuan yang sedang haid itu kotor.

Syekhah Fatimah tidak memakai istilah seperti “bersuci”, yang secara tersirat menyatakan perempuan dalam haid tidak “suci”. Beliau menulis, “Ada lima perkara yang mewajibkan mandi yakni meninggal (kecuali mati syahid), haidh, nifas, wiladah (keguguran), dan janabah (persetubuhan).”

Selain itu, masih menurut Abu Irfah, juga tidak didapati uraian panjang tentang hal-hal yang dilarang bagi perempuan pada masa haid.

“Parukunan Jamaluddin” atau sejatinya “Parukunan Fatimah” telah memberi berbagai pelajaran berharga. Melalui pena-nya, Syekhah Fatimah telah merintis sebuah tradisi baru pada zamannya, menegaskan penolakan diskriminasi terhadap perempuan. Tema besar yang masih gigih diperjuangkan di abad 21 ini.

Sumber: abusyahmin.blogspot.com
Editor: Muhammad Bulkini

 

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai

Habar

3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai
apahabar.com

Habar

Apresiasi Upaya Pemerintah Cegah Covid-19, Ini Pesan Guru Zuhdi
apahabar.com

Religi

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Bulan Rabiul Awal

Religi

Roti Menjadi Makanan Favorit di Era Abbasiyah
apahabar.com

Habar

Demi Kelancaran Haul Sekumpul ke 15, Kepala Desa Tungkaran; Warga Satu Kampung Disiagakan
apahabar.com

Habar

Meski Corona Mewabah, Masjid Tersibuk di London Tetap Buka
apahabar.com

Habar

Sempat Ingkari Kerasulan Nabi Muhammad SAW, Filsuf Ini Mendadak Masuk Islam
apahabar.com

Ceramah

Nabi Adam AS Pernah Tertipu dengan Kebohongan Atas Nama Tuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com