Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

Sikap Guru Seman Mulya Ketika Kakinya Patah

- Apahabar.com     Selasa, 11 Desember 2018 - 11:15 WITA

Sikap Guru Seman Mulya Ketika Kakinya Patah

KH Seman Mulya. Foto-Majelis Ta’lim Al Munawwarah

apahabar.com, BANJARMASIN – Islam mengajarkan bagaimana menerima takdir Tuhan. Tapi penerimaan tentu berbeda dari masing-masing orang. Bagi orang awam takdir terbagi dua, manis dan pahit. Tapi tidak bagi para ulama yang mewarisi akhlaknya para anbiya (para nabi), semua takdir dirasa manis.

Salah satu contoh akhlak dalam menerima takdir itu ditunjukkan oleh KH Seman Mulya (Martapura) atau yang akrab dikenal dengan Guru Seman Bujang (ketika beliau belum kawin) dan Guru Seman Padang (karena rumah beliau di sekitar sawah/padang).

Sebagaimana diceritakan KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani dalam tausiahnya, di masa tuanya, Guru Seman menerima banyak tamu di kediamannya. Suatu ketika, karena asyik menjamu tamu, beliau terlambat untuk mengisi majelis taklim khusus wanita.

Menyadari hal itu, Guru Seman bergegas berjalan. Rupanya, tikar plastik di rumah beliau, terciprat air hingga menjadi licin. Sehingga ketika menginjak bagian itu, beliau terjatuh. Dan akibatnya, kaki beliau pun patah.

Baca Juga : Belajar Agama dengan Berguru

Namun, ulama sepuh itu tidak lantas menyalahkan keadaan apalagi mencari kambing hitam. Semisal, siapa yang tidak membersihkan tikar ini. Tidak. Penyikapan Guru Seman berbeda. Ulama sepuh itu, malah bersyukur dengan kejadian yang menimpanya.

“Alhamdulillah tenang aku,” kata Abah Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini) mengutip perkataan Guru Seman kala itu.

Sebagaimana diketahui, sebelum patah kaki, Guru Seman sibuk menerima tamu, mengajar, dan menghadiri undangan. Setelah itu, Guru Seman lebih fokus mengajar.

Abah Guru pun mengomentari cerita itu, “Betapa baiknya sangka Guru Seman.”

Baca Juga : 700 Santri Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Mengenal Ilmuan Muslim Penemu Roket
apahabar.com

Religi

Cerita Masuk Islamnya Jin di Zaman Nabi SAW
apahabar.com

Habar

‘Bagarakan Sahur’ Ternyata Sudah Ada di Zaman Rasulullah

Religi

Jasad Masih Utuh Saat Makam di Sekumpul Dipindahkan, Berkat Keutamaan Surah Al-Mulk?
apahabar.com

Habar

Muhammad Masuk 10 Besar Nama Paling Populer di Amerika Serikat
apahabar.com

Religi

Agar Tak Mimpi Buruk, Ini Doa Sebelum Tidur

Habar

Ulama Arab Saudi Fatwakan Organisasi Ikhwanul Muslimin Sesat
apahabar.com

Habar

Arti Nama Bulan dalam Hijriyah yang Tak Banyak Diketahui
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com