Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Sikap Guru Seman Mulya Ketika Kakinya Patah

- Apahabar.com Selasa, 11 Desember 2018 - 11:15 WIB

Sikap Guru Seman Mulya Ketika Kakinya Patah

KH Seman Mulya. Foto-Majelis Ta’lim Al Munawwarah

apahabar.com, BANJARMASIN – Islam mengajarkan bagaimana menerima takdir Tuhan. Tapi penerimaan tentu berbeda dari masing-masing orang. Bagi orang awam takdir terbagi dua, manis dan pahit. Tapi tidak bagi para ulama yang mewarisi akhlaknya para anbiya (para nabi), semua takdir dirasa manis.

Salah satu contoh akhlak dalam menerima takdir itu ditunjukkan oleh KH Seman Mulya (Martapura) atau yang akrab dikenal dengan Guru Seman Bujang (ketika beliau belum kawin) dan Guru Seman Padang (karena rumah beliau di sekitar sawah/padang).

Sebagaimana diceritakan KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani dalam tausiahnya, di masa tuanya, Guru Seman menerima banyak tamu di kediamannya. Suatu ketika, karena asyik menjamu tamu, beliau terlambat untuk mengisi majelis taklim khusus wanita.

Menyadari hal itu, Guru Seman bergegas berjalan. Rupanya, tikar plastik di rumah beliau, terciprat air hingga menjadi licin. Sehingga ketika menginjak bagian itu, beliau terjatuh. Dan akibatnya, kaki beliau pun patah.

Baca Juga : Belajar Agama dengan Berguru

Namun, ulama sepuh itu tidak lantas menyalahkan keadaan apalagi mencari kambing hitam. Semisal, siapa yang tidak membersihkan tikar ini. Tidak. Penyikapan Guru Seman berbeda. Ulama sepuh itu, malah bersyukur dengan kejadian yang menimpanya.

“Alhamdulillah tenang aku,” kata Abah Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini) mengutip perkataan Guru Seman kala itu.

Sebagaimana diketahui, sebelum patah kaki, Guru Seman sibuk menerima tamu, mengajar, dan menghadiri undangan. Setelah itu, Guru Seman lebih fokus mengajar.

Abah Guru pun mengomentari cerita itu, “Betapa baiknya sangka Guru Seman.”

Baca Juga : 700 Santri Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Arab Saudi Berencana Buka 90 Ribu Masjid Minggu Depan
apahabar.com

Habar

Persiapan Polres Banjar untuk Haul Sekumpul ke 15; Turunkan Speed Boat dan Sulap Water Canon Jadi Tempat Wudhu
apahabar.com

Habar

PWNU Kalsel Ingatkan Masyarakat Ikuti Langkah Pemerintah Antisipasi Covid-19
apahabar.com

Religi

Istana Topkapi Simpan Peninggalan Rasulullah SAW, apa saja?
apahabar.com

Hikmah

Ini Alasan Kenapa Sayidina Umar bin Khattab Bisa Tidur Nyenyak di Atas Kerikil
apahabar.com

Habar

Majelis Taklim di Masjid Jami Belum Dibuka, Pengurus Sebut Ada Kaitan dengan Sekumpul
apahabar.com

Habar

Jelang Haul ke 15 Guru Sekumpul, Petugas dan Relawan Terus Berjibaku Bersihkan Drainase
apahabar.com

Habar

Gelar Munas ke-10, Berikut Kandidat Ketua Umum MUI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com