Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Tajamnya Firasat Guru Husin Ali, Penerbangan Pesawat Ditunda

- Apahabar.com Minggu, 30 Desember 2018 - 15:36 WIB

Tajamnya Firasat Guru Husin Ali, Penerbangan Pesawat Ditunda

KH Husin Ali dan KH Mhammad Syarwani Abdan (Bangil). Foto-Dokumen Keluarga

apahabar.com, BANJARMASIN – Firasat adalah kelebihan yang diberikan Tuhan pada orang-orang saleh yang bersih hatinya. Satu di antara peristiwa yang menunjukkan hal itu terjadi di tahun 1978, saat KH Husin Ali akan berangkat ke Tanah Suci.

Menurut KH Syaifuddin Zuhri, pada suatu perjalanan haji 1978, KH Husin Ali berangkat bersama keluarga dari Martapura, Kalsel. Namun sebelumnya beliau singgah ke kediaman KH M Syarwani Abdan di Bangil, Jawa Timur. Ketika itu Guru Bangil –KH M Syarwani Abdan masyhur dikenal- juga menunaikan ibadah haji dengan membawa rombongan.

Perlu dikatahui, KH Husin Ali ini ulama yang agak ganjil. Apabila beliau melihat masjid, beliau singgah sebentar untuk menunaikan salat, meski hanya dua rakaat. Karena kebiasaan itulah beliau berani menunda naik pesawat.

Baca Juga: Jangan Lupa Cek Kesehatan Hati

“Sin, aku bedahulu. Aku ngalih membawa rombongan (Sin, aku berangkat duluan. Aku agak repot ini karena membawa rombongan, red),” ujar KH Syaifuddin Zuhri mengutip perkataan Guru Bangil kala itu.

“Menurut isyarat Allah Ta’ala, ulun (saya) nanti berangkat habis zuhur,” sahut Guru Husin Ali.

Maka ditinggalkanlah Guru Husin Ali sendirian bersama tiket pesawat yang besar kemungkinan akan hangus karena telat. Namun, setelah semua jamaah haji menaiki pesawat, sebuah pemberitahuan mengabarkan pesawat sedang dalam kerusakan. Para jemaah pun akhirnya diminta untuk turun kembali.

Ketika turun dari pesawat, Guru Bangil ditanya, “Kenapa Guru?”

“Husin pang, ujar Allah Ta’ala,” ucap Guru Bangil dengan tersenyum.

Tahun itu, KH Husin Ali wafat di Makkah Al Mukarromah dan dimakamkan di pekuburan Jannatul Ma’la, tidak jauh dari makam ayah beliau (Syekh Ali Al Banjari)  serta kakek beliau (Syekh Abdullah Al Banjari).

 Baca Juga: Istana Topkapi Simpan Peninggalan Rasulullah SAW, apa saja?

Editor: Muhammad Bulkini

 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Membanggakan, Hafidz Cilik Asal Amuntai Fatihatun Nada Hanifa Juara Festival Anak Islam se Kalsel
apahabar.com

Religi

Sarjana-Sarjana Barat Akui Rasulullah SAW Sosok Toleran
apahabar.com

Habar

Respon Penusukan Syekh Ali Jaber, Habib Ali: Resiko Dakwah
apahabar.com

Habar

Cegah Corona, Masjid Meulaboh Gulung Semua Karpet
apahabar.com

Habar

Konfercab NU HST, Kepengurusan Baru Harus Membawa Kemaslahatan
apahabar.com

Habar

Guru Zuhdi Doakan Virus Corona Segera Lenyap
apahabar.com

Hikmah

Teladan dari Sudagar Kaya yang Bangkrut, Athiyah bin Khalaf
apahabar.com

Ceramah

Mengendalikan Perasaan Cinta dan Benci pada Manusia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com