Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Tangannya Dicium Habib Mundzir, Preman Langsung Bertobat

- Apahabar.com Sabtu, 22 Desember 2018 - 06:30 WIB

Tangannya Dicium Habib Mundzir, Preman Langsung Bertobat

ilustrasi Habib Mundzir Al Musawa mencium tangan preman Foto - bangkitmedia.com

apahabar.com, BANJARMASIN – “Bukan petir yang menumbuhkan pepohonan, tapi hujan yang turun dengan kelembutan.” Perkataan tersebut setidaknya mengisyaratkan, cara-cara kekerasan tidak efektif dipakai dalam menumbuhkan kesadaran beragama.

Habib Mundzir Al Musawa semasa hidupnya berdakwah dengan cara yang lembut. Cara kekerasan, menurut beliau, hanya akan melahirkan kekerasan lainnya.

Satu contoh dakwah lembut Habib Mundzir adalah ketika beliau menghadapi seorang preman yang ditakuti di Jakarta, sementara masyarakat ingin menggelar Majelis Rasulullah di daerah itu.

Karena tidak ada jalan lain, Habib Mundzir pun turun tangan. Beliau bermaksud mendatangi preman itu di rumahnya. Sesampainya di sana, Habib melihat si preman sedang duduk santai di kursi teras rumahnya. Habib pun mengucapkan salam. Namun tak ada jawaban dari si preman. Dia hanya menatap Habib dengan tatapan kebencian.

“Mau apa?” bentaknya.

Habib membalas bentakan itu dengan senyuman. Beliau tak berkata apa-apa, hanya mengulurkan tangan ke arah si preman. Masih dengan tatapan yang sama, si preman menyambut uluran tangan habib dengan sedikit enggan.

Melihat si preman mengulurkan tangannya, Habib Mundzir lekas menjabat tangan itu, lalu menciumnya.

Si preman yang tadi menatap penuh benci, mendadak takjub. Dia tak mengira akan diperlakukan sebaik itu.

Ketika preman itu bungkam, Habib mengutarakan maksud kedatangannya, “Saya Mundzir bin Fuad. Saya mewakili pemuda di sini, memohon restu dan izin bapak, agar mereka membuat majelis di mushalla deket sini.”

Preman itu terdiam, wajahnya memerah, sementara air mata tiba-tiba meleleh di pipinya.

“Seumur hidup saya, belum pernah ada kiai datang ke rumah saya. Lalu kini, Pak Ustaz datang ke rumah saya, mencium tangan saya. Tangan ini belum pernah dicium siapa pun. Bahkan anak-anak saya pun jijik pada saya dan tak pernah mencium tangan saya. Semua tamu saya adalah penjahat, mengadukan musuhnya untuk dibantai, menghamburkan uangnya pada saya agar saya mau berbuat jahat lagi dan lagi. Kini datang tamu minta izin pengajian pada saya. Saya ini bajingan, kenapa minta izin pengajian suci pada bajingan seperti saya.”

Baca Juga: Penyerangan Kadivpas Kemenkumham Kalsel Diduga Orang ‘Dalam’, Kakanwil Ogah Bela

Preman itu terus menangis dan bersimpuh kepada Habib Mundzir. Dia benar-benar bertobat dan kemudian aktif menjadi anggota Majelis Rasulullah yang diasuh Habib Munzir Al Musawa.

sumber: Majelis Rasulullah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Menelusi Riwayat Asiah Binti Muzahim, Istri Firáun yang Salehah
apahabar.com

Religi

Layanan Rekam Jejak Biometrik Dikeluhkan, Calon Jemaah Haji dan Umrah: Lamban
apahabar.com

Religi

17 Pahala Sahur yang Luar Biasa
apahabar.com

Habar

Gratis! Paman Birin Bakal Bagikan Seribu Tumbler di Haul Sekumpul ke 15
apahabar.com

Habar

Muhammad Masuk 10 Besar Nama Paling Populer di Amerika Serikat
apahabar.com

Religi

Lafal Niat Salat Tarawih Sendiri
apahabar.com

Ceramah

Gus Baha: Hidup Jangan Dibikin Sulit
apahabar.com

Habar

Kemenkes Selektif  Pilih Petugas Kesehatan untuk Jemaah Haji di 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com