Sehari Jelang Ramadan, Puluhan Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk di Hotel Banjarmasin Malam Tarawih Perdana, Jago Merah Amuk Rumah di Sungai Tabuk Bola Panas Dugaan Pemalsuan Dokumen Suara Pilgub Kalsel, dan Bagaimana Pengaruhnya ke Putusan MK Bripka Mashuddin Ditemukan Tak Bernyawa, Buronannya Masih Misterius Penyidikan Pemalsuan Dokumen Suara Pilgub Kalsel, Komisioner KPU Banjar Kembali Diperiksa

Layanan Rekam Jejak Biometrik Dikeluhkan, Calon Jemaah Haji dan Umrah: Lamban

- Apahabar.com Rabu, 2 Januari 2019 - 17:42 WIB

Layanan Rekam Jejak Biometrik Dikeluhkan, Calon Jemaah Haji dan Umrah: Lamban

Puluhan calon jemaah haji dan umroh menunggu antrean perekaman jejak biometrik. apahabar/M.Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebagian calon jemaah haji dan umroh mengeluhkan lambannya pelayanan dari VFS Tasheel International dalam melakukan rekam jejak biometric di Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi secara sepihak membuat regulasi baru terkait kewajiban calon jemaah melakukan rekam jejak biometrik sebelum berangkat ke tanah suci.

Berdasarkan pantauan apahabar.com, Rabu (2/1) di kantor VFS Tasheel International di Jalan Teluk Tiram Darat, Banjarmasin, sekitar puluhan calon jemaah umroh antre untuk melakukan perekaman jejak biometrik.

Salah seorang calon jemaah umroh dari Kabupaten Tapin, Khairil Anwar mengungkapkan bahwa sudah kurang lebih enam jam menunggu perekaman jejak biometrik.

Setelah sekian lama menunggu, dari pukul 09.00-15.00 Wita, Khairil baru dipanggil oleh panitia rekam jejak biometrik.

Khairil menegaskan, seharusnya pemerintah menyediakan lebih dari satu lokasi perekaman jejak biometrik, agar pelayanan lebih efisien.

“Yang jelas kita tak menunggu terlalu lama,” katanya kepada apahabar.com.

Baca Juga: Misteri “Tongkat” Soekarno Terkuak, Ternyata Ulama Ini yang Memberinya

Dia menyarankan agar kantor VFS Tasheel International berdekatan dengan kantor imigrasi agar akses lebih mudah.

Demi keberangkatan umroh pada 21 Januari 2019 mendatang, Khairil pun mesti rela mengeluarkan kocek senilai Rp117 Ribu perorangan untuk biaya perekaman jejak biometrik.

Selain perekaman jejak biometrik, VFS Tasheel International juga melakukan pemeriksaan terhadap mata calon jemaah umroh.

Sementara itu, jemaah umroh lain dari Kabupaten Tabalong, Amir mesti rela berangkat dari Tanjung pada kemarin sore.

Lantaran jarak tempuh Tabalong-Banjarmasin yang cukup memakan waktu di perjalanan. Amir harus menunggu di lokasi sekitar pukul 07.00-16.00 Wita.

Senada pendapat Khairil, Amir menilai pelayan dari VFS Tasheel International cukup lamban.

Dia pun menyarankan agar tempat perekaman jejak biometrik harus lebih dari satu lokasi. Bahkan, harus ada VFS Tasheel International pada setiap Kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Terkait masalah itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Bidang Haji dan Umroh, Matnor masih belum bisa memberikan komentar terkait perihal tersebut.

“Ya, saya masih di asrama haji mas. Ada kegiatan disini. Entar ya mas,” katanya pada apahabar.com.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Ratusan Jamaah Ikuti Tabligh Akbar Prof Dr Habib Basim di Masjid Qaryah Thayyibah HKSN Permai
apahabar.com

Religi

Ini Bukti Sayidina Ali bin Abi Thalib dan Sayidina Abu Bakar Tidak Berkonflik
apahabar.com

Religi

Kewajiban Suami untuk Keluarga Terangkum di 3 Hal Ini
apahabar.com

Habar

Salat Ied Massal Saat Pandemi, Wapres: Tidak Sesuai Prinsip Islam
apahabar.com

Religi

Siapa Dilembu Mangku Rat yang Disebut Penyebar Islam di Banjarmasin?
apahabar.com

Habar

Salat Subuh Pertama Pasca Ditutupnya Masjid Nabawi, Terapkan Physical Distancing
apahabar.com

Hikmah

Senyum Meningkatkan Kebahagiaan
apahabar.com

Habar

Mengenang Abah Guru Sekumpul (18), Kisah Sedih saat Menimba Ilmu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com