Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Dakwah Melalui Institusi Negara Kerajaan Banjar

- Apahabar.com Minggu, 10 Februari 2019 - 16:33 WIB

Dakwah Melalui Institusi Negara Kerajaan Banjar

Penulis Buku Pioneer Dakwah Islam Di Tanah Banjar, Ust Drs. H. Ahmad Barjie B didampingi Pengasuh Majelis Darul Ma'arif Banjarmasin, Ust Wahyudi Ibnu Yusuf, M.Pd diacara Bedah Buku Sultan Suriansyah. Foto-apahabar/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejak memeluk agama Islam pada 1526 hingga wafat 1546, Sultan Suriansyah sangat aktif berdakwah. Itulah yang menjadi substansi buku “Pioneer Dakwah Islam Di Tanah Banjar”.

Dakwah dengan status sebagai kepala negara (Sultan). Sekitar 15 ribu penduduk Banjarmasin kala itu masuk Islam secara massal. Hal tersebut dinilai senada dengan pendapat Ibnu Khaldun yang menyebutkan, manusia itu tergantung pada agama penguasanya.

Baca Juga: Dakwah Bermula Diterima Kalangan Grass Root

Selain faktor ketokohan di atas suksesnya dakwah Islam di Bumi Kalimantan dilakukan dengan tiga langkah. Pertama, dakwah para ulama yang diorganisir Sultan. Kedua, penerapan Islam di dalam negeri. Ketiga, dakwah islam ke luar wilayah sekaligus memperluas wilayah Kesultanan.

Penyebaran dakwah Islam yang dilakukan oleh para ulama tidak hanya Khatib Dayyan. Sultan juga mendatangkan sejumlah juru dakwah dari Demak. Terdapat 7 juru dakwah didatangkan, mereka adalah Malik Ibrahim, Imam Santoso, Habib Marwan, Mujahid Malik, Rangga Alibasah, Santri Umar dan Imam Bukhari.

Selain itu masjid juga dibangun di sembilan titik sesuai dengan jumlah Wali Sanga. Di Banjarmasin ada Masjid Sultan Suriansyah. Masjid lain seperti Masjid Palajau Barabai, Mesjid Sungai Banar Alabio, Masjid Pusaka Banua Lawas dan Mesjid Pusaka Puain Tanjung-Tabalong.

“Sering semakin luasnya dakwah juga dibangun masjid masjid lain,” ucap penulis buku Pioneer Dakwah Islam Di Tanah Banjar, Ustaz Drs H Ahmad Barjie B, Minggu (10/2/2019).

Dakwah dengan penerapan syariat Islam Jokowi negara dengan menjadikan Islam sebagai agama resmi Kesultanan. Pada masa Sultan Adam Al Watsiq Billah (1825-1857) hukum Islam diformalisasikan dalam Undang-undang Sultan Adam (UUSA) pada 1835.

Dakwah dengan penerapan syariat Islam dilakukan oleh negara dengan menjadikan islam. demikian dakwah Kesultanan Banjar dilakukan hingga wilayah Sambas dan Sukadana Kalimantan Barat.

Kotawaringin juga menjadi sasaran dakwah hingga menjadi Kesultanan yang pada masa Sultan Banjar ke-4 yaitu, Sultan Al Mustain Billah.

Baca Juga: Catatan Bedah Buku Sultan Suriansyah, Pioneer Dakwah Islam di Tanah Banjar

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Rest Area Jemaah Haul ke 15 Guru Sekumpul di Tanbu, Isi Bensin R2 Gratis

Habar

Rest Area Jemaah Haul ke 15 Guru Sekumpul di Tanbu, Isi Bensin R2 Gratis
apahabar.com

Habar

Prediksi Kasatlantas Polres Banjar: Jemaah Haul Guru Sekumpul Capai 3 Juta di Tahun Ini
apahabar.com

Habar

Teks Khotbah Id dari MUI: Menguatkan Silaturahim Idulfitri
apahabar.com

Habar

Polda Kalsel Larang Truk Melintas Sepanjang Perayaan Haul Guru Sekumpul Ke-15
apahabar.com

Habar

Kebersihan di Haul Sekumpul ke-15, DLH Berharap Jemaah Ikut Terlibat
apahabar.com

Religi

Masjid Al A’la Simbol Dakwah Islamiah di HST
apahabar.com

Religi

Syekh Nafis Al Banjari, Karyanya Lebih Populer dari Makamnya
Raja Malaysia Serukan Umat Islam Shalat Hajat

Habar

Raja Malaysia Serukan Umat Islam Shalat Hajat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com