Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Masuk Islam Mengaku Tanpa Paksaan, Warga Badui Nyatakan Bahagia Jadi Mualaf

- Apahabar.com Minggu, 28 April 2019 - 20:52 WIB

Masuk Islam Mengaku Tanpa Paksaan, Warga Badui Nyatakan Bahagia Jadi Mualaf

Warga Badui menggunakan hijab setelah menjadi mualaf dengan menganut agama Islam di Kampung Cibengkung Desa Bojong Menteng Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Foto - istimewa

apahabar.com, LEBAK – Warga Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, menyatakan berbahagia setelah menjadi mualaf dengan menganut agama Islam dari sebelumnya memeluk kepercayaan Sunda Wiwitan.

“Kami sudah tujuh bulan menjadi mualaf,” kata Kesih (40) saat ditemui di Kampung Cibengkung Desa Bojong Menteng Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, seperti dilansir Antara, Minggu (28/4/2019).

Ia mengaku menganut agama Islam atas kemauannya dan keluarga dan tidak ada paksaan dari manapun. Warga Badui yang menjadi mualaf itu jumlahnya hingga puluhan kepala keluarga.

Baca Juga: Ibunda Aa Gym Meninggal Dunia, Begini Tanggapan Ustaz Yusuf Mansyur

Ia menyatakan beruntung ada Forum Masjid dan Mushola  BSD (FMMB) dari Serpong, Tangerang Selatan yang mengalokasikan tempat tinggal bagi warga Badui yang mualaf. Setiap KK diberi rumah di permukiman yang berlokasi di Kampung Cibengkung, Desa Bojongmenteng.

“Alhamdulillah, kami hidup bersama suami dan enam anak berbahagia setelah menjadi mualaf,” katanya menjelaskan.

Begitu juga Minah (40) mengaku dirinya menjadi mualaf bersama keluarga dan juga orang tua sejak tujuh bulan terakhir. Ia juga dialokasikan permukiman oleh FMMB di Kampung Cibengkung.

Ia bersama warga Badui lainnya yang mualaf melaksanakan kegiatan pembinaan rohani melalui pengajian setiap malam.

Selain itu, dua anaknya kini juga bersekolah di jenjang SD agar kelak menjadi orang berguna bagi bangsa dan negara, ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Beri Tambahan Kuota Haji untuk Indonesia, Kalsel Dapat Berapa?

“Kami setiap hari, selain mengaji juga belajar membaca, menulis dan berhitung (calistung), karena selama tinggal di Badui tidak sekolah,” katanya.

Sementara itu, H Arief Widodo, seorang pengurus FMMB mengatakan organisasinya bergerak di bidang sosial dan pendidikan agar kehidupan masyarakat Muslim sejahtera dan memiliki pengetahuan.

“Kami berharap warga Badui  bisa hidup sejahtera dengan memiliki pengetahuan agama yang baik,” katanya.

Pihaknya sangat peduli terhadap masyarakat Badui mualaf agar memiliki pengetahuan agama serta kesejahteraan yang baik, ujarnya.

Anak-anak mualaf itu juga akan belajar di pondok pesantren di Tangerang. Dan apabila mereka sudah pandai di bidang ilmu agama maka akan dikembalikan ke Kampung Cibengkung itu, ujarnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Grup Mahabbah Tour Ziarah Makam Aulia Allah

Selain itu, FMMB juga telah membangun 1.000 masjid di NTB, Palu, Aceh dan Banten yang menjadi korban tsunami.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Di Tengah Pandemi, Haul Habib Mancung ke-52 di Pacakan Kusan Hulu Digelar Terbatas
apahabar.com

Religi

Said Agil Munawar Ceritakan Betapa Mudahnya Syekh Yasin Bertemu Rasulullah
apahabar.com

Hikmah

Ketika Rasulullah SAW Menangis karena Kesyukuran
apahabar.com

Religi

Dulu Panas Dengar Adzan, Natalia Kini Adem Jadi Mualaf
apahabar.com

Hikmah

Kisah Batu yang Membawa Lari Baju Nabi Musa AS
apahabar.com

Religi

Doa Terhindar dari Penyakit Menular, Seperti Virus Corona
apahabar.com

Habar

Tanggapi Isu Corona, Dua Ulama Martapura: Taati Pemerintah dan Dukung NU Banjar Peduli
apahabar.com

Religi

40 Unit Toko Digratiskan untuk Haul Sekumpul, Catat Alamatnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com