Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Istirahat di Siang Hari, Umar bin Abdul Aziz Ditegur Putranya Sendiri

- Apahabar.com Senin, 27 Januari 2020 - 07:00 WIB

Istirahat di Siang Hari, Umar bin Abdul Aziz Ditegur Putranya Sendiri

ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana itu ternyata pernah ditegur putranya karena tidak memanfaatkan waktunya untuk umat. Bagaimana ceritanya?

Dalam buku berjudul Deadline Your Life karya Solikhin Abu Izzuddin, Umar bin Abdul Aziz  pernah ditegur anaknya sendiri, Abdul Malik bin Umar.

Sepeninggal Sulaiman Ibnu Abdul Malik, khalifah ke tujuh dari Bani Umayyah, Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah penerus dinasti yang dibangun oleh Mu’awiyah bin Abu Sofyan itu.

Sebelum menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz pernah menjabat sebagai gubernur Madinah. Beliau mempunyai beberapa orang anak, di antaranya Abdul Malik bin Umar. Dia masih muda, tetapi ketakwaan dan kezuhudannya senantiasa menghiasi lembaran hidupnya.

Suatu saat, ketika Umar sampai di rumah sepulang mengurus pemakaman jenazah Sulaiman Ibnu Abdul Malik, datanglah Abdul Malik menghampirinya.

“Wahai Amirul Mukminin, apa yang mendorong Anda membaringkan diri di siang bolong ini?” tanya Abdul Malik pada sang ayah.

Umar bin Abdul Aziz tersentak dan kaget tatkala putranya tersebut memanggilnya dengan sebutan Amirul Mukminin, bukan memanggil ayah seperti biasanya. Ini mengisyaratkan bahwa putranya ingin mempertanyakan tanggung jawab sang ayah sebagai pemimpin, bukan sebagai kepala keluarga.

“Aku letih dan butuh istirahat,” jawab Umar bin Abdul Aziz.

“Pantaskah Anda beristirahat padahal banyak rakyat yang tertindas?” tanya sang anak dengan bijak kepada ayahnya.

“Wahai anakku, semalaman aku suntuk karena menjaga pamanmu. Nanti setelah shalat zuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya,” jawab Umar.

“Wahai Amirul Mukminin,” kata Abdul Malik menegurnya. “Siapakah yang menjamin Anda hidup sampai zuhur, jika Allah menakdirkanmu mati sekarang?” lanjutnya.

Mendengar ucapannya tersebut, Umar memerintahkan anaknya untuk mendekat kepadanya. Lalu dia mencium anaknya dengan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan padaku anak yang telah membuatku menegakkan agama.”

Umar pun kemudian memerintahkan juru bicaranya untuk mengumumkan kepada seluruh rakyat, “Barangsiapa yang merasa terzalimi, hendaknya mengadukan nasibnya kepada khalifah.”(rep)

Baca Juga: Tanggung Jawab Menjaga Lingkungan Hidup dalam Islam

Baca Juga: Sayidatina Zainab binti Jahsy, Istri Nabi yang Berjuluk “Si Panjang Tangan”

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Rest Area Jemaah Haul ke 15 Guru Sekumpul di Tanbu, Isi Bensin R2 Gratis

Habar

Rest Area Jemaah Haul ke 15 Guru Sekumpul di Tanbu, Isi Bensin R2 Gratis
apahabar.com

Religi

Jangan Lupa Cek Kesehatan Hati
apahabar.com

Religi

6 Amalan Mujarab Penghapus Dosa
apahabar.com

Sirah

Dikira Pemalas, Ternyata Seorang Waliyullah
apahabar.com

Habar

Tahun Ini, Haul Guru Bangil KH Syarwani Abdan Ditiadakan untuk Umum
Jelang Haul ke 15 Guru Sekumpul, Dinkes Banjar: Waspadai Penularan Virus Corona

Habar

Jelang Haul ke 15 Guru Sekumpul, Dinkes Banjar: Waspadai Penularan Virus Corona
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Rekrut 531 Pengawas Ibadah Umrah
apahabar.com

Habar

Ciri Malam Lailatur Qadar, Apakah Sudah?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com