Sudah Ditemukan, Jasad Korban Longsor di Batu Bini HSS Dievakuasi Besok Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Ikatan Sayidina Umar bin Khattab dengan Keluarga Rasulullah SAW

- Apahabar.com Rabu, 3 Juni 2020 - 12:28 WIB

Ikatan Sayidina Umar bin Khattab dengan Keluarga Rasulullah SAW

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, MADINAH – Rasulullah SAW dan Khulafaurrasyidin Rhum selain terikat persahabatan juga terkait kekerabatan. Sayidina Umar bin Khattab misalnya, selain sebagai mertua Rasulullah SAW, beliau juga menantu Sayidina Ali bin Abi Thalib.

Dikutip dari buku Hasan & Husain karya Sayyid Hasan al-Husaini, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Pada hari Kiamat kelak, semua ikatan dan nasab akan terputus, kecuali ikatan dan nasabku.” Hadist riwayat Ath-Thabrani menguatkan niat Umar untuk menikahi Ummu Kultsum putri Ali, setelah sebelumnya bermaksud meminang Zainab.

Pada mulanya Umar bin al-Khathab menemui keluarga Ali bin Abi Thalib untuk melamar putrinya, Zainab. Sebelumnya, Umar sering berkunjung ke rumah Ali. Saat mengajukan lamaran, Umar berkata kepada Ali, “Wahai Abul Hasan, aku rutin bertandang ke rumahmu tidak lain karena satu hal. Aku mendengar Rasulullah menyatakan bahwa pada hari Kiamat semua ikatan dan nasab manusia akan terputus, kecuali ikatan dan nasab beliau. Sekarang, kukatakan sejujurnya, aku ingin melamar putrimu (Zainab) demi menjalin kekerabatan dengan kalian.”

Namun sayang, Ali tidak bisa mengabulkan permintaan sang Khalifah. Dengan bahasa yang halus, Ali beralasan, “Usia Zainab terlalu kecil untuk engkau. Lagi pula, aku sudah berencana menikahkannya dengan sepupunya sendiri, Abdullah bin Jafar”.

“Abul Hasan, nikahkanlah aku dengan putrimu. Demi Allah, yang aku harapkan hanyalah kemuliaannya, bukan seperti yang diharapkan orang lain,” ucap Umar.

Ali akhirnya mengabulkan keinginan baik Umar itu, tetapi bukan dengan Zainab, melainkan Ummu Kultsum. Setelah resmi menjadi menantu Ali, Umar mendatangi kaum Muhajirin dan berkata, “Mengapa kalian tidak memberikan ucapan selamat padaku?”

“Benarkah engkau menikah, wahai Amirul Mukminin? Dengan siapa?” tanya mereka.

“Dengan Ummu Kultsum putri Ali dan Fathimah binti Rasulullah.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir menuturkan, ketika Umar bin al-Khathab menjabat sebagai khalifah, dia menikahi Ummu Kultsum, putri Ali dari pernikahannya dengan Fathimah. Umar sangat memuliakan istrinya ini, salah satunya dengan memberinya mahar sebesar empat ribu dirham karena sang istri mempunyai ikatan nasab dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Cegah Corona, Masjid Meulaboh Gulung Semua Karpet
apahabar.com

Religi

Ketika Bani Hasyim Mendapat Boikot dari Kafir Quraisy
apahabar.com

Sirah

Karomah Datu Amin, Tak Terlihat Saat Hendak Dibunuh
apahabar.com

Habar

Tablig Akbar Dan Maulid Nabi Muhammad di RTH Ratu Zalecha Dihadiri Ratusan Umat
apahabar.com

Religi

Masih Ragu Terhadap Islam? Mari Pelajari Lebih Dalam
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Minta Umat Islam Bersabar Menunggu Kepastian Haji
apahabar.com

Habar

Guru Bakhiet: Tiga Amalan di Tengah Wabah Covid-19
Pusaka Rasulullah yang Akan Dipamerkan di Martapura Dipastikan Asli, Pemilik: Siap ke Meja Hijau

Habar

Pusaka Rasulullah yang Akan Dipamerkan di Martapura Dipastikan Asli, Pemilik: Siap ke Meja Hijau
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com