Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Mengenal Nu’aiman, Sahabat Nabi yang Masuk Surga dengan Tertawa

- Apahabar.com Kamis, 23 Juli 2020 - 07:00 WIB

Mengenal Nu’aiman, Sahabat Nabi yang Masuk Surga dengan Tertawa

Iilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sahabat Rasulullah SAW yang satu ini sedikit berbeda dengan sahabat-sahabat yang lain. Jika yang lain dikenal bersikap serius, sosok yang satu ini periang dan suka tertawa.

Namanya adalah Nu’aiman bin Amr bin Rafa’ah RA. Dia memiliki watak yang jahil dan kreatif, sehingga orang yang berada di dekatnya bisa tertawa bahagia. Meskipun wataknya lucu, Nu’aiman juga merupakan seorang mujahid sejati. Dia tercatat sebagai Ashabul Badr, pejuang yang pernah mengikuti Perang Badar bersama Rasulullah.

Nu’aiman juga banyak melakukan hal-hal konyol dan jahil yang mampu membuat Rasulullah dan sahabat lainnya tidak kuat menahan tawa. Target keusilannya bukan hanya para sahabat, tapi juga Rasulullah SAW.

Karena itu, Rasulullah pernah berkata, “Nu’aiman akan masuk surga sambil tertawa, karena ia sering membuatku tertawa.”

Dalam salah satu kisahnya diceritakan, suatu ketika Nu’aiman melihat penjual madu yang kepanasan dan keletihan setelah berkeliling menjajakan madunya di Madinah. Namun, tidak satu pun dagangannya terjual. Nu’aiman lalu menjumpai penjual madu itu dan diajaknya menuju rumah Rauslullah SAW.

Setelah mendekati rumah Rasulullah, Nu’aiman menyuruh penjual madu menunggu seraya membawa sebotol madu untuk diberikan kepada Rasulullah SAW. “Ya Rasulullah aku tahu engkau suka madu. Oleh karena itu aku berikan madu ini untukmu sebagai hadiah,” kata Nu’aiman.

Sepintas Nu’aiman senyum-senyum sendiri. Lalu, ia menjumpai penjual madu itu dan mengatakan, “Aku akan pergi karena masih ada urusan. Sebentar lagi penghuni rumah itu akan keluar dan membayar harga madu itu,” ucap Nu’aiman.

Sang penjual pun merasa senang karena dagangannya akhirnya laku. Dia cukup lama menunggu, tapi tak seorang pun yang keluar dari rumah itu. Akhirnya, penjual madu itu mengetuk pintu rumah Rasulullah.

“Wahai penghuni rumah bayarlah harga maduku,” katanya.

Rasulullah SAW yang ada di dalam rumah pun terkejut. Tapi, Rasulullah langsung menyadari perbuatan Nu’aiman yang sedang ingin membuat lelucon. Tanpa berkata apa pun, Rasulullah Saw menemui penjual madu dan membayar harga madu itu.

Ketika Rasulullah bertemu dengan Nu’aiman di kemudian hari, beliau tersenyum dan berkata, ”Apa yang telah engkau lakukan terhadap keluarga Nabimu, wahai Nu’aiman?”

Sambil tersenyum, Nu’aiman menjawab, “Ya Rasulullah, aku tahu engkau suka sekali menikmati madu. Tapi aku tidak punya uang untuk membeli dan menghadiahkan kepadamu. Maka, aku mengantarkan saja kepadamu dan semoga aku mendapat taufiq ke arah kebaikan.”

Masih banyak kisah lucu lainnya dari Nu’aiman. Selain cerita di atas, dia juga pernah menjual temannya sebagai budak. Kisah itu pun mampu membuat Nabi tertawa. Peristiwa lucu itu terjadi setahun sebelum wafatnya Rasulullah.

Setidaknya ada dua buku yang menceritakan kisah sahabat yang paling lucu dan kocak ini, yaitu buku Yang Jenaka karya M Quraish Shihab dan buku Dari Canda Nabi & Sufi Sampai Kelucuan Kita karya A Mustofa Bisri.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Inilah Dua Waktu Mustajab Doa di Hari Jumat
apahabar.com

Religi

Sirah Nabawi (1): Nasab dan Keluarga Rasulullah SAW
apahabar.com

Religi

Menjelang Haul Syekh Samman, Berikut Imbauan Ketua Panitia Untuk Jemaah
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Husin Qaderi Al Banjari (2), Mengkhatamkan Al Quran Setiap Malam

Habar

Masjidil Haram Ditabrak Mobil, Keamanan Ditingkatkan
apahabar.com

Habar

Gelar Pasukan, 25 Ribu Relawan Siap Amankan Haul Guru Sekumpul ke 15
apahabar.com

Habar

Tetap Gelar Ibadah Haji, Arab Saudi: Dengan Jemaah Terbatas

Religi

Haul ke-43 KH Abdul Qadir Hasan, Sosok Pemimpin dan Pejuang Kemerdekaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com