Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Potong Rambut dan Kuku Bagi yang Berkurban Dilarang?

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 07:30 WIB

Potong Rambut dan Kuku Bagi yang Berkurban Dilarang?

Ilustrasi potong kuku. Foto-iStockphoto.com

apahabar.com, JAKARTA – Idul Adha adalah bentuk perayaan hari raya haji yang jatuh setiap tanggal 10-13 Zulhijjah. Pada hari raya ini, berkurban menjadi satu tradisi yang sunnah dilakukan.

Namun sayangnya, belum banyak yang mengetahui bahwa ada larangan potong rambut dan kuku sebelum berkurban.

Berkurban biasanya diamalkan dengan menyembelih sapi, kambing, dan unta. Amalan ini termasuk sunnah yang sangat dianjurkan, terutama bagi umat Islam yang mampu. Sama halnya dengan larangan potong rambut dan kuku sebelum berkurban, sunnah yang sangat dianjurkan.

Meski sebenarnya masih ada perdebatan mengenai larangan potong rambut dan kuku sebelum berkurban ini. Namun menurut Imam Malik dan Syafi’i, memotong rambut dan kuku setelah berkurban dihukumi sunnah. Sementara memotongnya sebelum berkurban dihukumi makruh.

Namun, ada pendapat dari Abu Hanifah yang menghukumi pemotongan rambut dan kuku sebelum berkurban mubah/boleh dilakukan. Hal ini memiliki arti, pemotongan kuku tidak makruh dan tidak sunnah. Sementara ada pendapat dari Imam Ahmad yang mengharamkannya.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menegaskan bahwa disunnahkannya larangan pemotongan rambut dan kuku berkaitan erat dengan pahala. Apabila seorang muslim mengamalkannya, maka seluruh anggota tubuhnya akan diselamatkan dari api neraka karena kesaksiannya. Sebagaimana melaksanakan kurban yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa api neraka.

Selain karena pahala dan kesaksian seluruh anggota tubuh di akhirat, amalan ini juga disamakan dengan ihram haji. Hal ini berarti pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, seseorang yang akan berihram tidak diperbolehkan memotong kuku.

Pendapat ini mengatakan bahwa pemotongan rambut dan kuku hendaknya dilakukan setelah pemotongan hewan kurban selesai dilakukan.

Tepatnya dimulai sejak sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Meski begitu, Imam Nawawi membantah dengan mengatakan adanya kesaksian seluruh anggota tubuh yang akan diselamatkan dari api neraka.

Setelah mengetahui pendapat yang pertama dan kedua, kini saatnya mengetahui pendapat ketiga. Pendapat ketiga ini memang tidak cukup populer dalam kitab Fikih Klasik. Hal inilah yang membuat Mula Al-Qari menyebut pendapat ketiga ini cukup unik dan asing.

Pendapat ketiga mengatakan bahwa larangan potong rambut dan kuku sebelum berkurban sebenarnya untuk hewan itu sendiri. Tepatnya larangan untuk memotong bulu, kuku, dan kulit yang dimiliki hewan kurban.
Aisyah RA mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Tidak ada amalan anak adam yang dicintai Allah pada hari Idhul Adha kecuali berkurban. Karena ia akan datang pada hari kiamat bersama tanduk, bulu, dan kukunya. Saking cepatnya, pahala kurban sudah sampai kepada Allah sebelum darah hewan sembelihan jatuh ke tanah. Maka hiasilah diri kalian dengan berkurban.” (HR Ibnu Majah)

Keunikan dari pendapat ketiga ini kemudian dipertegas dengan adanya riwayat yang dibawa Aisyah Ra. Rasulullah SAW mengatakan bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai oleh Allah SWT pada hari kiamat selain berkurban. Tanduk, bulu, dan kuku dari hewan kurban inilah yang nantinya akan bersaksi pada hari kiamat. Pahala berkurban juga sudah sampai kepada pemilikinya setelah darah sembelihan jatuh ke tanah. (lip6)

Editor: Syarif

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Syekh Ali Jaber Kini Kembali ke Indonesia, Setelah Sempat Dirawat di RS Al Anshar Madinah
apahabar.com

Habar

Peneliti Lapan Perkirakan 1 Syawal pada 24 Mei
apahabar.com

Religi

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 6 Mei, Lebaran 5 Juni 2019
Nabi

Religi

Apakah Nabi Terdahulu Juga Beriman kepada Rasulullah?
apahabar.com

Habar

Pelayanan Haji dan Umrah Tetap Jalan, Kemenag: Hanya Ada Pembatasan
apahabar.com

Habar

Yayasan H Maming 69 Dukung Rumah Tahfidz Al Maher Wujudkan Generasi Quran
apahabar.com

Religi

Ethiopia, Saksi Perjuangan Sahabat Rasulullah SAW
apahabar.com

Habar

500 WNI di Yordania Jalani Puasa di Tengah Pandemi Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com