Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Sirah Nabawi (1): Nasab dan Keluarga Rasulullah SAW

- Apahabar.com Kamis, 16 Juli 2020 - 11:58 WIB

Sirah Nabawi (1): Nasab dan Keluarga Rasulullah SAW

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Rasulullah SAW diketahui memiliki nasab yang mulia dan dilahirkan dalam keluarga Bani Hasyim yang terpandang.

Disebutkan dalam buku Sirah Nabi Muhammad SAW karya Al Hafizh Ibnu Katsir RA, Nabi Muhammad SAW anak dari Abdullah. Di antara saudara Abdullah adalah al-Harits, az-Zubair,

Hamzah, Abbas, dan Abu Thalib (nama aslinya adalah’Abdu Manaf). Saudara Abdullah lainnya adalah Abu Lahab, Hajl (nama aslinya adalah al Mughirah), al-Ghaidaq (dipanggil demikian karena kedermawanannya, sedangkan nama aslinya adalah Naufal; namun ada pula yang tetap mengatakan bahwa dialah Hajl), dan Dhirar.

Adapun saudara perempuan Abdullah adalah Shafiyah, Atikah, Arwa, Umaimah, Barrah, dan Ummu Hakim yakni al-Baidha. Mereka semua adalah anak Abdul Muththalib.

Nama asli Abdul Muththalib sendiri adalah Syaibatul Hamd.

Abdul Muththalib adalah anak dari Hasyim yang nama aslinya adalah Amr, saudara kandung al Muththalib. Kedua orang inilah yang kemudian menjadi asal usul nasab kerabat Nabi. Saudara Hasyim yang lain adalah Abdu Syams dan Naufal. Keempat saudara itu adalah anak dari: Abdu Manaf, yakni saudara kandung’Abdul Uzza, Abduddar, dan Abd.

Keempat orang ini adalah anak dari Qushay yang nama aslinya adalah Zaid, saudara kandung Zuhrah. Keduanya adalah anak dari Kilab, saudara kandung Taim, dan Yaqzhah, Abu Mahzhum. Ketiganya adalah anak dari: Murrah, saudara kandung Adiy dan Hushaish.

Mereka adalah anak dari Ka’ab, saudara kandung Amir, Samah, Khuzaimah, Sa’ad, al-Harits, dan Auf. Ketujuh orang ini adalah anak dari Lu-ayy, saudara kandung Taim al-Adram. Keduanya anak dari: Ghalib, saudara kandung al-Harits dan Muharib.

Ketiganya adalah anak dari Fihr, saudara kandung al-Harits. Keduanya adalah anak dari Malik, saudara kandung ash-Shalt dan Makhlad. Ketiganya adalah anak dari: An-Nadhr, saudara kandung Malik, Malkan, Abdu Manat, dan yang lainnya.

Mereka semua adalah anak dari Kinanah, saudara kandung Asad, Asadah, dan al-Hun. Keempatnya adalah anak dari Khuzaimah, saudara kandung Hudzail.

Keduanya adalah anak dari: Mudrikah, yang nama aslinya adalah Amr, saudara kandung Thabikhah, yang nama aslinya adalah Amir, juga saudara kandung Qam’ah.

Ketiganya adalah anak dari Ilyas, saudara kandung an Nas, yakni Ailan, ayah dari Qais.

Keduanya adalah anak dari Mudhar, saudara Rabi’ah. Mereka berdua adalah anak keturunan Isma’il, saudara kandung Anmar dan Iyad. Keduanya pindah ke negeri Yaman.

Mereka berempat adalah anak dari Nizar, saudara kandung Qudha’ah, menurut pendapat mayoritas ahli nasab. Keduanya adalah anak dari Ma’ad bin Adnan.
Seluruh kabilah diJazirah Arab yang kami sebutkan tadi berasal dari anak keturunan Adnan.

Al Hafizh Abu’Umar an Namar dalam kitabnya, al-Inbaah bi Ma’rifati Qabaa-ilir Ruanab telah menjelaskan hal itu dengan tuntas. Menurut pendapat mayoritas ahli nasab, Quraisy adalah orang-orang yangnasabnya berpangkal kepada Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah.

Ada yang berpendapat bahwa nasab Quraisy berpangkal pada an-Nadhr bin Kinanah. Demikianlah pendapat mayoritas ulama-ulama dan ahli tahqiq.

Mereka berdalil dengan hadits yang disebutkan oleh Abu Umar bin Abdul Barr dari al Asy’ats bin Qais bahwasanya ia bercerita: “Aku menemui Rasulullah ketika itu sedang berada dalam rombongan delegasi Kindah. Aku bertanya: ‘Bukankah engkau termasuk dari suku kami, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Tidak. Kami keturunan Bani an-Nadhr bin Kinanah. Sesungguhnya kami tidak mengikut kepada nasab ibu kami dan kami tidak berlepas diri dari nasab ayah kami.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya dengan sanad hasan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa al Asy’ats menceritakan, “Seandainya ada seseorang dari suku Quraisy yang menolak nasabnya dihubungkan kepada an-Nadhr bin Kinanah, pasti aku akan mencambuknya sebagai hukuman baginya.”

Sebagian orang berpendapat bahwa pangkal nasab Quraisy adalah Ilyas bin Mudhar bin Nizar. Pendapat lain menyebutkan bahwa pangkal nasab mereka adalah ayahnya, yakni Mudhar. Keduanya adalah pendapat sebagian sahabat Imam asy-Syafi’i. Abul Qasim ‘Abdul Karim ar-Rafi’I dalam kitab Syarah-nya menyebutkan kedua pendapat tersebut.

Adapun suku-suku di Yaman, seperti suku Himyar, Hadhramaut, Saba’, dan yang lainnya, mereka semua berasal dari Qahthan, bukan dari’Adnan. Sementara itu, berkaitan dengan suku Qudha’ah, terdapat tiga pendapat ulama. Ada yang mengatakan mereka berasal dari Adnan; adayang mengatakan mereka dari Qahthan; dan ada juga yang mengatakan mereka dari suku yang ketiga (suku lain), bukan dari Adnan dan bukan juga dari Qahthan.
Wallahu ‘alam.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Pendulang Emas Terkejut Mendengar Penjelasan Guru Ramli Terkait Lokasi Galian
apahabar.com

Habar

Pengurus PCNU Banjar Kembali Diisi Habaib dan Ulama, Sepupu Abah Guru Masih di Puncak Pimpinan
apahabar.com

Habar

MUI Jatim ‘Larang’ Salam Lintas Agama, PWNU Jatim Buka Suara
apahabar.com

Religi

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 6 Mei, Lebaran 5 Juni 2019
apahabar.com

Religi

Para Nabi pun Bekerja, Berikut Ragam Usaha Mereka
apahabar.com

Religi

Masjid Al A’la Simbol Dakwah Islamiah di HST
apahabar.com

Religi

Bagaimana Hukum Cyberstalking dalam Islam?
apahabar.com

Habar

Salat Ied Massal Saat Pandemi, Wapres: Tidak Sesuai Prinsip Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com