Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Di Zaman Raja Siapa Penindasan Ashabul Kahfi Terjadi?

- Apahabar.com Selasa, 4 Agustus 2020 - 11:55 WIB

Di Zaman Raja Siapa Penindasan Ashabul Kahfi Terjadi?

Goa ashabul kahfi di Yordania. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Cerita tentang 7 orang pemuda tertidur di goa dalam jangka waktu yang sangat lama (Ashabul Kahfi) diteliti para ahli sejarah. Salah satu yang mengemuka adalah di zaman kekuasaan siapa penindasan itu terjadi?

Pengarang tafsir al-Muntakhab yang terdiri dari sekelompok ulama dan pakar Mesir berupaya mengungkap tempat dan waktu peristiwa Ashabul Kahfi terjadi lewat isyarat Alquran.

Berdasarkan penelitiannya, para ulama mengatakan, mereka adalah sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah yang tengah mengalami penindasan agama sehingga mengasingkan diri ke dalam sebuah goa tersembunyi.

Sejarah mencatat adanya beberapa masa penindasan agama di kawasan timur yang terjadi dalam kurun waktu berbeda. Dari beberapa peristiwa penindasan agama itu, hanya ada dua masa yang mereka anggap penting. Salah satunya pun diduga berkaitan dengan kisah penghuni gua.

Peristiwa pertama terjadi pada masa kekuasaan raja-raja Saluqi yang diperintah Raja Antiogos IV (176-84 sebelum Masehi/SM).

Saat penaklukan Suriah, dia mewajibkan seluruh penganut Yahudi di Palestina yang sudah tinggal di Suriah sejak 198 SM untuk meninggalkan agamanya. Antiogos yang fanatik dengan kebudayaan Yunani kuno memerintahkan mereka untuk menyembah dewa-dewa Yunani.

Dia pun meletakkan patung Zeus di tempat peribadatan kaum Yahudi. Para ulama pun menduga pemuda-pemuda Ashabul Kahfi adalah penganut Yahudi yang bertempat tinggal di Palestina yang tepatnya berada di Yarussalem.

Peristiwa kedua terjadi pada masa Imperium Romawi berkuasa. Pada zaman Kaisar Hadrianus (117-138 M), kaisar memperlakukan orang-orang Yahudi sama dengan apa yang pernah dilakukan Antiogos.

Para pembesar Yahudi pun mengeluarkan ultimatum akan berontak bersama rakyatnya untuk melawan kekaisaran Romawi. Mereka pun memukul mundur garnisun Romawi di perbatasan dan berhasil merebut Yerussalem. Selama tiga tahun mereka berhasil mempertahankan kekuasaannya.

Terakhir, Hadrianus bergerak bersama pasukannya untuk menumpas pemberontak. Mereka membunuh semua orang Yahudi. Kaum Yahudi yang masih hidup dijual sebagai budak. Dari penuturan sejarah tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa kemungkinan lain adalah pemuda Ashabul Kahfi merupakan pemuda Yahudi yang bersembunyi dari Kaisar Hadrianus.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Sunah Tak Sebatas Tampilan
apahabar.com

Habar

Penting Bagi Jemaah Haul ke 15 Guru Sekumpul, Panduan Online Tinggal Klik
apahabar.com

Habar

Kemenag Kalsel: Jemaah yang Batal Berangkat Dijadwalkan Tahun Depan
apahabar.com

Sirah

Saat Miskin Qarun Pribadi Taat, Ketika Kaya Sembah Buaya
apahabar.com

Habar

Pendaftaran Haji Dibuka Online, Syaratnya Diperketat
apahabar.com

Religi

Khawarij Berencana Bunuh 3 Sahabat Nabi, Hanya Ali yang Terpenuhi
apahabar.com

Sirah

Kisah Singkat Datu Dulung; Ketika ‘Si Macan Terbang’ Melawan Belanda
apahabar.com

Religi

Syekh Ali Jaber Kini Kembali ke Indonesia, Setelah Sempat Dirawat di RS Al Anshar Madinah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com