Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Kisah Masuk Islamnya Pemburu Jejak Rasulullah

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 10:02 WIB

Kisah Masuk Islamnya Pemburu Jejak Rasulullah

Ilustrasi. Foto-istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Petinggi Quraisy mengadakan sayembara, siapa pun orang yang menemukan Nabi Muhammad SAW akan diberikan imbalan 100 ekor unta. Seorang pemburu jejak handal di masa itu, Suraqah bin Malik tergiur dengan hadiah yang ditawarkan.

“Suraqah bin Malik sangat menginginkan hadiah itu. Dia yakin akan berhasil menemukan Rasulullah karena kelebihan yang dimilikinya,” kata Aan Wulandari dalam bukunya Kisah Istimewa Asmaul Husna.

Aan Wulandari mengatakan Suraqah bin Malik adalah seorang penunggang kuda yang andal dan ahli mencari jejak. Atas kelebihan yang dimilikinya ia bersemangat mencari Rasulullah demi mendapatkan hadiah 100 ekor unta.

Suraqah menyiapkan budak terbaiknya, lengkap dengan baju besi dan tombak.

Dengan semangat membara dia memacu kudanya secepat mungkin. Dia mengejar Rasulullah SAW yang telah meninggalkan kota Makkah secara diam-diam.

“Sehingga luput dari rencana pembunuhan oleh kaum musyrikin Quraisy,” katanya.

Di tengah jalan, tiba-tiba kudanya terjerembab, Suraqah terlempar dari punggung kuda. Suraqah mulai pesimis, tak biasanya kuda terbaiknya seperti ini. Namun, dia tetap melanjutkan pengajaran. Belum jauh berlari, lagi-lagi kudanya tersandung, Suraqah terpelanting.

“Suraqah kembali memacu kudanya, hingga terlihat Rasulullah di depannya,” katanya.

Saat itulah kudanya terperosok lagi, masuk ke dalam tanah berkali-kali. Suraqah menghela kudanya, tapi kaki kuda seolah terpaku dalam tanah. Suraqah berteriak memanggil Rasulullah. Dia memohon agar Rasulullah berdoa untuk keselamatan kudanya.

“Rasulullah pun berdoa dan Allah mengabulkan doa beliau,” katanya.

Setelah doa itu, akhirnya kuda Suraqah bisa bebas. Setelah bebas itu rupanya Suraqah belum jera. Nafsu dunia kembali merasuki hatinya. Dia memacu kudanya mendekati Rasulullah SAW lagi.

Namun, kuda Suraqah terbenam dalam tanah, bahkan lebih dalam lagi. Pada saat itu Suraqah kembali memohon agar didoakan lagi. Dia berjanji akan menyerahkan semua bekal dan senjatanya kepada Rasulullah. Ia juga berjanji akan melindungi dari orang-orang yang mengejar Rasulullah.

Rasulullah dan Abu Bakar menolak bekal Suraqah. Mereka hanya meminta agar Suraqah merahasiakan posisinya. Kaki kuda Suraqah pun terbebas.

“Suraqah meyakini kebenaran Islam ketika Rasulullah senantiasa berada dalam penjagaan Allah,” kata Aan dalam bukunya.

Sumber: republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Komunikasi Anak-Ayah dalam Alquran dan Pembuktian Psikologi
apahabar.com

Religi

Akhir Indah Ibnu Arabi, Pulang dengan Memeluk Al-Qur’an
apahabar.com

Sirah

Tiang Datu Ujung yang Dikeramatkan Ternyata Ada Dua
apahabar.com

Habar

Ciri Malam Lailatur Qadar, Apakah Sudah?
Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat

Ceramah

Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat
apahabar.com

Hikmah

Cerita Angel Lelga yang Diterima Keluarga Setelah 10 Tahun Mualaf

Habar

Selain Sanna Khan, Ini 7 ‘Artis Bollywood’ yang Masuk Islam
apahabar.com

Religi

Muadzin di Zaman Rasulullah SAW Ternyata Bukan Hanya Bilal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com