Cuaca Kalsel Hari Ini, 11 Wilayah Waspada Hujan Disertai Petir Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif

Sayidina Husain Sempat Berpidato Sebelum Dibantai di Karbala

- Apahabar.com Rabu, 2 September 2020 - 07:30 WIB

Sayidina Husain Sempat Berpidato Sebelum Dibantai di Karbala

Karbala. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Husen atau yang akrab disapa Gus Nadir mengungkapkan cucu Nabi Muhammad SAW yang bernama Sayidina Husain bin Ali bin Abu Thalib RA sempat memberikan pidato menjelang terbunuh di Karbala, 10 Muharram pada tahun ke-61 Hijriyah.

Pada saat itu, menurut Gus Nadir, lelaki berusia 58 tahun itu baru selesai melaksanakan salat subuh. Sayidina Husain bergegas keluar tenda dan menaiki kuda kesayangannya dan menatap pasukan yang tengah mengepungnya.

“Mulailah lelaki itu berpidato dengan indah dan menyentuh hati,” kata Gus Nadir dikutip dari channel Youtube-nya. Berikut isi pidato Sayyidina Husain yang disampaikan ulang oleh Gus Nadir:

“Lihatlah nasabku, pandangilah siapa aku ini, lantas lihatlah siapa diri kalian. Perhatikan apakah halal bagi kalian untuk membunuhku dan menciderai kekhormatanku”.

“Bukankah aku ini putra dari anak perempuan Nabimu (Fatimah Az-Zahra) ? Bukankah aku ini anak dari washi (penerima wasiat) dan keponakan Nabimu yang pertama kali beriman kepada ajaran Nabimu?”

“Bukankah Hamzah, pemuka para syuhada adalah pamanku? Bukankah Ja’far, yang akan terbang dengan dua sayap di surga itu pamanku?”

“Tidakkah kalian mendengar kalimat yang viral di antara kalian sendiri bahwa Rasulullah SAW pernah berkata tentang saudaraku dan aku? Kata baginda Rasul, keduanya adalah pemuka dari pemuda ahli surga.”

“ Jika kalian percaya dengan apa yang aku sampaikan, dan sungguh itu benar karena aku tak pernah berdusta. Tapi jika kalian tidak mempercayaiku maka tanyakanlah kepada para sahabat Nabi, Jabir bin Abdullah al-Anshari, Abu Said al-Khudri, Sahl bin Sa’ad, Zaid bin Arqam, dan Anas bin Malik, yang semuanya akan meberitahu kalian bahwa mereka pun mendengar apa yang Nabi sampaikan mengenai kedudukan saudaraku dan aku. Tidakkah ini semua cukup menghalangi kalian untuk menumpahkan darahku?”

Gus Nadir menjelaskan, kata-kata yang begitu eloknya ini direkam sejumlah kitab dari para ulama Ahlsunnah wal Jamaah (Aswaja). Seperti oleh At-Thabari dalam kitabnya Tarikh At-Thabari jilid kelima halaman 425 dan oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah jilid ke-8 halaman 193.

Namun, menurut Gus Nadir, sayangnya mereka yang telah terkunci hatinya tidak tersadar dengan pidato yang disampaikan Sayidina Husain tersebut. Pasukan yang mengepung atas perintah Ubaidillah bin Ziyad itu tetap memaksa Sayidina Husain untuk mengakui kekuasaan khalifah Yazid bin Muawiyah.

Hingga akhirnya, Sayidina Husain dibunuh dengan tombak oleh Sinan bin Anas bin Amr Nakhai. Kemudian, dia juga menggorok leher Husain dan menyerahkan kepala Husain kepada Khawali bin Yazid. Hal ini diceritakan secara rinci oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah.

Menurut Gus Nadir, tragedi pembantaian di Karbala tersebut menunjukkan bahwa sistem kekhalifahan bukanlah satu-satunya solusi untuk umat Islam. “Tidakkah ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa pertarungan di masa khilafah itu sampai mengorbankan nyawa seorang cucu Nabi SAW? Apakah masih mau dibilang khalifah itu satu-satunya solusi umat?” kata Gus Nadir. (Rep)

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Sekumpul Selalu Dipadati peziarah, Oleh-oleh Ini Selalu Digemari
apahabar.com

Habar

Haji 2020 Masih Tanda Tanya, WHO Beri Masukan ke Arab Saudi
apahabar.com

Hikmah

Hand Sanitizer Beralkohol, Sucikah Dipakai Salat?
apahabar.com

Religi

Dakwah Melalui Institusi Negara Kerajaan Banjar
apahabar.com

Religi

Kesetaraan Gender dalam Fikih
apahabar.com

Habar

Positif Covid-19, 13 Jemaah Indonesia Diupayakan Umrah Sebelum Pulang
apahabar.com

Habar

Umrah di Masa Pandemi, Pembatasan Usia Dinilai Tidak Relevan
Madinah

Religi

WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com