Cuaca Kalsel Hari Ini, 11 Wilayah Waspada Hujan Disertai Petir Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif

Ini Kunci Sukses Kepemimpinan Sayidina Umar

- Apahabar.com Kamis, 10 Desember 2020 - 14:39 WIB

Ini Kunci Sukses Kepemimpinan Sayidina Umar

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Di antara kunci sukses kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab RA adalah kebiasaan beliau yang ketat menyeleksi pegawai yang akan diangkatnya.

Dikutip dari buku Harta Haram Muamalat Kontemporer karya Erwandi Tarmizi, persyaratan sifat jujur dan shalih merupakan prinsip utama khalifah Umar bin Khattab mengangkat pegawainya.

Selama pemerintahan Sayidina Umar, setiap gubernur atau pegawai kepercayaannya adalah sahabat Nabi dari golongan Muhajirin dan Anshar. Dia tahu bahwa generasi ini telah mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ia yakin, apabila Allah telah meridhai mereka dalam agamanya, maka urusan dunia pun bisa ditangani sesuai jalan-Nya. Firman Allah, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. ltulah kemenangan yang besar” (At Taubah: 100).

Di samping itu, Umar kerap menguji kezuhudan para gubernurnya. Sifat zuhud dan tidak tamak dengan gemerlap dunia dapat menciptakan pegawai dapat bersikap jujur, bersih, dan tidak korup. Dengan demikian, memilih calon pegawai yang zuhud merupakan kunci dalam pemberantasan korupsi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menganjurkan untuk mengangkat pegawai yang jujur dan dapat dipercaya. Begitu juga dengan Nabi, turut menganjurkan hal yang serupa.

Sementara itu, Imam Bukhari dalam kitab shahihnya dalam pembahasan tentang ijarah (upah-mengupah) memulai dengan pembahasan: “Mengangkat seorang yang shalih menjadi orang upahan” sambil menuliskan hadis Nabi,

“Seorang yang jujur yang dipercayakan untuk mengantarkan sedekah kepada orang yang berhak menerimanya, ia mendapatkan pahala bersedekah juga, jika ia ikhlas melakukannya”.

Sistematika Imam Bukhari dalam penyusunan hadis Nabi ini menunjukkan bahwa mengangkat orang yang jujur dalam sebuah tugas merupakan persyaratan penting agar tugas itu terlaksana sebagaimana mestinya.

Seorang yang dibebani sebuah tugas yang mulia jika ia ikhlas melakukannya, selain mendapat upah dari pengguna jasanya ia juga mendapatkan pahala dari misi kebajikan yang dijalankannya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Suatu Ketika, Imam Hambali Pernah Tersesat Jalan
apahabar.com

Religi

Bersama Habib Tohir Al Kaff, Ribuan Jemaah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pamangkih
apahabar.com

Religi

Karomah Syekh Ali Berau Nampak Saat Gantikan Syekh Jamaluddin Jadi Mufti Banjar

Habar

Masjid di Jalur Gaza Kembali Dibuka
apahabar.com

Religi

Dalil Terkait Hari Kiamat, Manusia Harus Waspada
apahabar.com

Religi

Pusdai Gelar Disabilitas Mengaji, Catat Rekor Baru
Jelang Haul ke 15 Guru Sekumpul, Dinkes Banjar: Waspadai Penularan Virus Corona

Habar

Jelang Haul ke 15 Guru Sekumpul, Dinkes Banjar: Waspadai Penularan Virus Corona
apahabar.com

Religi

Heran Melihat Umar bin Khattab Tidur Beralas Kerikil, Utusan Kaisar: Raja yang Ditakuti Ternyata Hanya Begini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com