Cuaca Kalsel Hari Ini, 11 Wilayah Waspada Hujan Disertai Petir Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif

WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya

- Apahabar.com Minggu, 24 Januari 2021 - 09:11 WIB

WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya

Suasana di sekitar Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, yang sebelumnya dipenuhi para jemaah haji, sejak Minggu (20/8) berangsur sepi karena sebagian besar jemaah sudah menuju Mekah. Foto-MI/Siswantini Suryandari

apahabar.com, JEDDAH – Jika pernah mengunjungi Madinah dan berziarah ke kota suci umat Muslim ini, tentu pasti akan merasakan kenyamanan.

Bukan hanya lantaran ada faktor makam Rasulullah SAW dan para sahabat di kota itu, tetapi juga karena faktor kebersihan yang terjaga.

Nah, kabar baik untuk Madinah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui Kota Madinah di Arab Saudi sebagai salah satu kota tersehat di dunia.

Dilansir dari ihram.co.id, akreditasi itu diperoleh setelah tim dari WHO melakukan kunjungan, dan menyebut kota tersebut memenuhi semua standar global yang diperlukan.

Kota Madinah diyakini sebagai kota pertama dengan populasi lebih dari 2 juta penduduk, yang diakui di bawah program kota sehat milik WHO.

Sebanyak 22 badan pemerintah, komunitas, amal dan relawan membantu mempersiapkan akreditasi WHO.

Dilansir di Arab News, Minggu (24/1), program terpadu yang dijalankan di kota ini untuk akreditasi WHO meliputi kemitraan strategis dengan Universitas Taibah.

Kerja sama dilakukan guna mencatat persyaratan pemerintah pada sebuah platform elektronik untuk membantu tinjauan WHO.

WHO juga merekomendasikan agar universitas memberikan pelatihan kepada instansi kota nasional lainnya yang berminat mengikuti program kota sehat.

Sebuah komite yang diketuai Presiden Universitas Taibah, Dr Abdul Aziz Assarani, disebut mengawasi 100 anggota. Anggota ini mewakili 22 badan pemerintah, sipil, amal dan sukarelawan.

Sejumlah kriteria telah disiapkan sebelumnya, termasuk dengan tujuan memenuhi target yang ditetapkan oleh Proyek Strategi Wilayah Madinah dan peluncuran program “Kota Manusiawi”.

“Kota yang sehat adalah kota yang terus-menerus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosialnya, serta memperluas sumber daya komunitas, yang memungkinkan penduduknya saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan semua fungsi kehidupan dan berkembang secara maksimal,” kata WHO.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Cerita KH. Herman Hasyim, Sulitnya Nyantri di Zaman Penjajahan
apahabar.com

Religi

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi
apahabar.com

Habar

Syekh Jaber Ajak Santri Darul Hijrah Cintai Al-Quran
apahabar.com

Habar

Jelang Haul Sekumpul ke 15, Pesawat Tujuan Banjarmasin Dijejali Tamu Haul
apahabar.com

Habar

Didaulat Jadi Ketua MUI Banjar, Guru Muhammad Husin Soroti Muallaf di Paramasan
apahabar.com

Habar

Jalan Panjang Temukan Islam, Mike Tyson: Saya Perlu Allah SWT
apahabar.com

Hikmah

Sabda Rasul SAW yang Selalu Diingat Ibnu Umar RA
apahabar.com

Religi

Antusiasme Anak Belasan Tahun Tadarus Al Quran di Langgar At Tarbiyah Tapin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com