Cuaca Kalsel Hari Ini, 11 Wilayah Waspada Hujan Disertai Petir Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif

Muhammadiyah Keluarkan Tuntunan Pelaksanaan Ibadah Ramadan 1442 H di Masa Pandemi

- Apahabar.com Selasa, 30 Maret 2021 - 07:34 WIB

Muhammadiyah Keluarkan Tuntunan Pelaksanaan Ibadah Ramadan 1442 H di Masa Pandemi

Ilustrasi ibadah Ramadan di masa pandemi. Foto-Antara/Yulius Satria Wijaya via CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – PP Muhammadiyah resmi mengeluarkan Tuntunan Ibadah Ramadan 1442 Hijriah atau 2021 dalam kondisi darurat Covid-19 sesuai Fatwa Majelis Tarjih dan Tadjid.

Melangsir Okezone.com, tuntunan itu dikeluarkan melalui surat edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 03/EDR/I.0/E/2021 dan ditandatangani Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mohammad Mas’udi, mengatakan tuntunan itu hendaknya dapat dilaksanakan dan dapat menjadi panduan bagi umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya.

Khusus bagi warga Muhammadiyah dengan seluruh institusi yang berada di lingkungan persyarikatan dari pusat sampai ranting, hendaknya memedomani tuntunan ini sebagai wujud mengikuti garis kebijakan organisasi untuk berada dalam satu barisan yang kokoh.

“Tuntunan ini dibuat dengan mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid-19 yang tidak merata atau memiliki tingkat kedaruratan yang berbeda antara daerah satu dengan daerah lain,” ujarnya sebagaimana tertulis dalam edaran tersebut, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya, puasa Ramadan wajib dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik.

Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik yang bergejala maupun tidak bergejala atau disebut Orang Tanpa Gejala (OTG) termasuk dalam kelompok orang yang sakit ini.

“Mereka mendapat rukhsah meninggalkan puasa Ramadan dan wajib menggantinya setelah Ramadan sesuai dengan tuntunan syariat. Ini sesuai dengan Alquran surah al-Baqarah [2] ayat 185,” tuturnya.

Adapun untuk menjaga kekebalan tubuh dan dalam rangka berhati-hati guna menjaga agar tidak tertular, tenaga kesehatan yang sedang bertugas menangani kasus Covid-19, bilamana dipandang perlu, dapat meninggalkan puasa Ramadan dengan ketentuan menggantinya setelah Ramadan sesuai dengan tuntunan syariat sebagaimana dipahami dari firman Allah dan hadis Nabi Muhammad SAW sesuai Alquran surah an-Nisā’ (4): 71, surah al-Baqarah [2] ayat 195].

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Kesultanan Banjar, Kuat Secara Militer dengan Militansi Waja Sampai Kaputing
apahabar.com

Habar

Hari Ini, Masjid Nabawi Dibuka untuk Umum
apahabar.com

Religi

Ini 8 Kriteria Muslimah yang Dirindukan Surga
apahabar.com

Sirah

Melacak Jejak Penanggalan Islam Hijriyah di Tanah Nusantara
makkah

Habar

Layani Pengunjung Wanita di Masjidil Haram, 1.500 Tenaga Kerja Disiapkan
Dinar Candy

Sirah

Dinar Candy Sindir Artis Mendadak Berhijab Demi Job Ramadan
apahabar.com

Hikmah

Komunikasi Anak-Ayah dalam Alquran dan Pembuktian Psikologi
apahabar.com

Religi

Sering Menginap di Rumah Abah Guru Sekumpul, Begini Cerita Guru Mulkani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com