Siap-Siap, Perpanjangan PPKM Level IV Banjarbaru Diputuskan Hari Ini POPULER SEPEKAN: Pilgub Kalsel Berakhir, ‘Musuh Harat’ LAPAN Ungkap Fenomena Matahari Memutih Sebab Suhu Dingin Indonesia PPKM Level IV, Sejumlah Cafe hingga Rumah Makan di Banjarmasin Didatangi Petugas Salut! Bukan Sarjana, Pria Banjarmasin Ciptakan Alat Deteksi Vaksinasi

Catat! Ciri Ahlussunnah Wal Jamaah di Akhir Zaman Versi Gus Baha

- Apahabar.com     Senin, 5 Juli 2021 - 22:09 WITA

Catat! Ciri Ahlussunnah Wal Jamaah di Akhir Zaman Versi Gus Baha

Ulama Gus Baha. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Melalui kajian ilmu, Gus Baha menyebutkan ciri-ciri Ahlussunnah Wal Jamaah di akhir zaman.

“Ciri Ahli Sunnah di akhir zaman itu, dalam akidah menganut Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi,” ucap Gus Baha dikutip apahabar.com dari kanal YouTube Pencinta Gus Baha-Pencinta Ulama, Senin (5/7).

Jika ilmu fikih, kata Gus Baha, maka mengikuti satu dari empat mazhab.

Di antaranya Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii atau Imam Ahmad bin Hanbal.

Sedangkan dalam ilmu tasawuf, mengikuti salah satu dari dua mazhab, yakni Abul Qosim Al-Juanidi atau Imam Al-Ghozali.

“Mengapa menjadi definisi begitu? Karena, dahulu firqoh di Arab banyak yang menentang. Itu pengertian apa? Nabi tak pernah menjelaskan begitu,” jelas Gus Baha.

“Kalian jangan terjebak dengan ucapan mereka, bahwa nabi tak pernah mengeluarkan definisi tentang ciri Ahlussunnah Wal Jamaah seperti itu. Tentu nabi tak akan mengatakan seperti itu, karena di zaman nabi belum ada Imam Ghozali, belum ada Abul Qosim Al Junaidi,” sambungnya.

Namun, mengapa pada zaman sekarang umat Muslim percaya dengan definisi tersebut?

Karena menurut Gus Baha, Ahlussunnah Wal Jamaah itu seperti yang dikatakan Nabi Muhammad SAW.

“Maa ana alaihil yauma wa ashaabi.”

Artinya: Orang yg mengikuti perilaku saya dan mengikuti para sahabat saya.

“Itu teks yang disampaikan nabi. Lalu kenapa kita harus menyebut nama imam-imam kita dan sanad kita? Karena kalau kita tak menyebut sanad, akan muncul pertanyaan,” ungkap Gus Baha.

“Kamu kok bisa tahu sahabat melakukan itu kata siapa?” jawabnya “Kata guru saya.” Kita kan tak bisa langung mengatakan “kata Nabi,” lanjutnya.

“Kata Nabi itu yang meriwayatkan siapa? Contoh Imam Bukhori. Imam Bukhori itu siapa? Beliau itu muridnya Imam Syafii. Karena Imam Bukhori itu periodenya setelah Imam Syafii. Saya hafal sanadnya Imam Bukhori sampai ke Rasulullah. Dan saya punya sanad sampai Imam Bukhori,” pungkas Gus Baha.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Umat Islam

Hikmah

Terpecah Jadi 73, Hanya 1 Golongan dari Umat Nabi Muhammad yang Selamat
apahabar.com

Hikmah

Kisah Batu yang Membawa Lari Baju Nabi Musa AS
KH Muhammad Sani

Religi

KH Muhammad Sani, Pendiri Al Falah Banjarbaru yang Dikagumi Guru Zuhdi
apahabar.com

Religi

Tidur Siang Dianjurkan Rasulullah, Ada Keutamaannya
apahabar.com

Religi

Susuri Jalan Tasawuf Tak Biasa, Guru Seman Beri Makan Semut ‘Wadai Kelemben’
apahabar.com

Habar

Mudahkan Pelayanan, Kemenag Siapkan Prasarana dan Regulasi Daftar Haji Online
apahabar.com

Religi

Sirah Nabawi (1): Nasab dan Keluarga Rasulullah SAW
apahabar.com

Habar

Tarawih di Masjid Nabawi Berdurasi Singkat dengan Makmum Terbatas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com